Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kenaikan harga minyak ini bisa mempengaruhi pengeluaran subsidi BBM pemerintah dari yang telah ditetapkan di APBN 2010.
"Pada 2010 yang harus kita antisipasi adalah pergerakan harga komoditas, harga minyak yang sudah US$ 80 itu memang jauh dari asumsi APBN. Kita akan melihat dampaknya dari sisi penerimaan negara kenaikan harga itu tapi di sisi lain juga subsidi (BBM)," tuturnya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Apalagi, lanjut Sri Mulyani, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang meningkat, maka tingkat konsumsi BBM juga akan lebih tinggi terutama untuk BBM jenis premium dan solar.
"Tahun lalu kita dapat subsidi BBM di bawah dari yang dianggarkan, kita akan melihat sebagai salah satu netto-nya. Jadi pengaruh netto-nya yaitu penerimaan yang naik karena harga tinggi dikurangi subsidi untuk premium dan solar karena minyak tanah sudah relatif dipindahkan ke LPG yang menjadi faktor pengurangnya," ujarnya.
Namun menurut Sri Mulyani saat ini pengaruh kenaikan harga minyak dunia ini belum berpengaruh signifikan terhadap anggaran pemerintah.
"Tetapi jangka panjang mungkin kita akan waspadai kalau jumlah subsidinya meningkat sangat pesat," tandasnya.
(dnl/dro)











































