Ketua Umum Asmindo mengatakan setidaknya pihak Indonesia telah menyiapkan investasi Rp 5 miliar selebihnya dana investasi akan ditanggung oleh Baraka maupun pemerintah Mesir.
Namun saat ini rencana investasi tersebut masih terganjal jaminan perlindungan hak kekayaan intelektual (Haki) dari pihak pemerintah mesir terhadap karya-karya produk kerajinan hasil pengolahan enceng gondok.
"Harus ada agreement soal haki, kalau itu tidak jadi maka kita tidak jadi, kalau 3 bulan nggak ada titik temu ya nggak jadi," tegas Ambar saat ditemui di kantor kementerian perindustrian, Kamis, Jakarta (14/1/2010).
Ambar menambahkan komitmen perlindungan Haki ini sangat penting sebelum melakukan investasi di Mesir. Mengingat, sektor pengolahan kerajinan pengolahan enceng gondok sangat erat dengan industri kreatif yang erat dengan hak cipta.
"Tapi kalau ini jadi, kita bisa buat untuk produk furniture, tas, dompet, baju, dan lain-lain. Hasilnya bisa dijual ke mesir dan ekspor bisa ke Afrika, ke Timur Tengah," ucapnya.
Ia menjelaskan latar belakang ketertarikan Mesir mau bekerjasama dengan Indonesia untuk melakukan pengolahan enceng gondok karena selama ini pihak pemerintah Mesir telah kewalahan menghadapi pertumbuhan enceng gondok yang jumlahnya sangat besar di Sungai Nil dan menghabiskan uang banyak. Sementara pihak Indonesia dianggap cukup menguasai bidang kerajinan. (hen/dnl)











































