BNI Berharap 50% Nasabah BDB dan Asiatic jadi Nasabahnya
Jumat, 16 Apr 2004 15:50 WIB
Jakarta -
Wakil Direktur Utama Bank BNI Arwin Rasyid berharap 50 persen nasabah Bank Dagang Bali (BDB) dan Bank Asiatic bisa menjadi nasabah BNI. BNI sendiri mengaku tidak akan mengalami kerugian walau pihaknya tidak meminta fee dari program pembayaran nasabah kedua bank terlikuidasi tersebut."BNI tidak rugi, kan ada hitungan dagangnya. Tidak semua dana yang ditempatkan di BNI lantas dibayarkan, tapi ada yang ditempatkan di SBI," ungkap Arwin usai rapat dengan Menko Perekonomian di gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (16/4/2004).Arwin sendiri menilai, berdasarkan pengalamannya, jika ada bank yang ditutup, sekitar 25 persen nasabahnya akan pindah ke bank yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran."Memang saat ini masih sulit diduga, tapi pengalaman saya di tempat-tempat lain, yang akan menjadi nasabah sekitar 25 persen. Tapi BNI kan bank pemerintah, jadi kita harapkan lebih dari 50 persen akan menjadi nasabah BNI," katanya.Ia juga menyebutkan, sebelum BNI melakukan pembayaran maka terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi. BDB sendiri, menurut Arwin, memiliki 41 cabang, baik yang berada di Bali maupun Surabaya. Untuk, kantor-kantor cabang ini akan diatur lebih lanjut.Sementara itu, Menteri Keuangan Boediono mengatakan, untuk sementara dana penjaminan dari pemerintah bagi nasabah kedua bank yang dilikuidasi akan diambil dari rekening 519. Namun pembayarannya masih menunggu verifikasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)."Yang verifikasinya sudah selesai, saya kira bisa dibayar. Jadi kemungkinan pembayarannya bertahap. Kita serahkan saja hal itu ke tim teknis," tutur Boediono.
(ani/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































