Amran Duga Mafia Jadi Biang Kerok Harga Ayam dan Telur Naik

Amran Duga Mafia Jadi Biang Kerok Harga Ayam dan Telur Naik

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 12 Okt 2026 11:38 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman rapat bersama bupati, Dirreskrimsus, hingga petani sawit membahas stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti harga CP
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti anomali harga ayam dan telur di Indonesia. Amran menduga ada permainan mafia yang menyebabkan harga di tingkat produsen anjlok, sementara harga yang dibayar konsumen justru tinggi.

Hal tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026. Ia mengungkapkan peternak ayam dan telur bahkan menggelar demonstrasi di DPR karena harga jual yang terlalu rendah.

"Ini anomali, Pak. Perlu kami sampaikan. Ini dulu, kalau ini dijadikan kambing hitam dulu, stok tidak ada. Kalau stok tidak ada, harga naik. Sekarang lebih anomali benar. Karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur, itu demo kemarin, karena harga turun. Hancur," ujar Amran dalam rapat di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran menyebut harga ayam di tingkat produsen hanya mencapai Rp 20.000, padahal seharusnya berada di kisaran Rp 26.000. Sementara itu, harga di tingkat konsumen justru bisa mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000.

ADVERTISEMENT

Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan pada rantai distribusi. Ia menuding keberadaan perantara atau middleman menjadi salah satu penyebab ketimpangan harga antara produsen dan konsumen.

"Itu harganya Rp 20 ribu, telur dengan ayam hari ini. Harusnya Rp 26 ribu. Tapi di ujung, Rp 40 ribu, Rp 50 ribu. Yang middleman ini harus dibereskan," tegasnya.

Amran mengaku telah menyurati Kapolri untuk menindak pihak-pihak yang diduga mempermainkan harga pangan. Ia menegaskan praktik tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena merugikan produsen maupun konsumen.

"Ini negeri kita kalau begini terus, nggak beres, Pak Mendagri. Ini harus, ini mafia ini nggak boleh dikasih ruang. Jadi yang demo adalah produsen, konsumen juga demo, dua-dua demo. Terus di mana kita? Inilah pemerintah. Maaf, Pak Mendagri, kami sudah menyurat ke Kapolri, surat. Ini harus ditindak," katanya.

Amran juga mengungkapkan sebanyak 100 orang telah ditangkap terkait praktik yang disebutnya sebagai permainan mafia. Namun, ia menilai tindakan tersebut belum memberikan efek jera.

"Ini sudah ditangkap 100, tapi tidak nyerah. Yang mempermainkan ini adalah teman kita, orang besar. Kita terjepit, pada hari yang sama yang demo konsumen, yang demo produsen," ujarnya.

Amran menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar pihak-pihak yang mempermainkan harga pangan ditindak tegas. Ia berharap penegakan hukum dapat menghentikan praktik yang merugikan masyarakat tersebut.

(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads