Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai potensi lonjakan harga pangan yang masuk dalam kelompok inflasi volatile food di tengah fenomena El Nino. Menurut Suahasil, ada beberapa komoditas pangan yang berpotensi mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan data yang dipaparkan, inflasi volatile food per September 1,46% secara bulanan dan 5,03% secara tahunan. Hal ini dipicu oleh melonjaknya harga cabai rawit, cabai merah, daging ayam rasam beras, dan telur ayam ras seiring penurunan produksi di beberapa daerah sentra.
"Volatile food perlu kita waspadai karena kita akan menuju El Nino, kekeringan sehingga nanti dampaknya yang di pangan akan kelihatan. Karena itu kita ingin menyampaikan bahwa volatile food yang kita lihat ada peningkatan harga itu beberapa komoditas," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Anggaran BGN Dipangkas Jadi Rp 229 T |
Suahasil menjelaskan, beberapa komoditas yang patut dicermati secara seksama, khususnya komoditas hortikultura dan peternakan, seperti cabai rawit, cabai merah, hingga daging ayam. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh instansi terkait untuk memperhatikan kebutuhan serta produksi pada komoditas tersebut. Suahasil meminta agar tidak terjadi kekurangan pasokan karena dapat mengerek inflasi.
"Mulai kita perhatikan, cabai rawit, cabai merah daging ayam dan seterusnya itu yang kita mohon kita minta nanti seluruh institusi yang terkait perhatikan dengan sangat seksama bagaimana produksi dalam negerinya, bagaimana permintaan dalam negerinya. Kalau bisa jangan sampai ada kekurangan dan jangan sampai meningkatkan inflasi yang tidak perlu," bebernya.
(rea/ara)









































