Laba BUMN Energi Ditargetkan Rp 35,1 Triliun di 2010

Laba BUMN Energi Ditargetkan Rp 35,1 Triliun di 2010

- detikFinance
Jumat, 15 Jan 2010 15:38 WIB
Laba BUMN Energi Ditargetkan Rp 35,1 Triliun di 2010
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi ditargetkan meraup laba bersih sebanyak Rp 35,1 triliun di akhir tahun 2010, angka tersebut naik 23,44 persen dari perolehan laba bersih tahun 2009 sebanyak Rp 28,43 triliun.

Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, naiknya target perolehan laba itu disebabkan disebabkan naiknya harga minyak dunia yang diperkirakan akan berada maksimal di harga US$ 80 per barel.

"Sehingga keuntungan Pertamina naik. Produksi minyaknya juga naik ada beberapa sumur baru, lifting pasti naik," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/1/2010).

Said mengatakan, BUMN minyak itu diperkirakan akan mendapat untung lebih dari Rp 20 triliun tahun ini. Kebijakan pemerintah dalam memberi regulasi kepada Pertamina tahun ini juga tidak ada yang signifikan sehingga tidak akan mengganggu perolehan laba.

Selain itu menurut Said, PT PLN (Persero) juga akan kembali meraup laba di tahun 2010. Diperkirakan laba yang akan didapat BUMN listrik itu mencapai Rp 10-12 triliun. "Dengan jatah margin sebesar 8 persen, sangat rasional dia bisa meraup laba sebanyak itu," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam tubuh PLN, regulasi yang diberikan oleh pemerintah sangat membantu PLN tahun ini. Hal ini secara langsung membantu perolehan laba perseroan.

"Piutang sudah jadi PMN (Penyertaan Modal Negara), masalah pajak sudah masuk di PP (Peraturan Pemerintah) jadi PLN tidak kena bea masuk untuk kebutuhan pembangkit. Kebijakan untuk PLN sudah agak komplit," ujarnya.

Sementara belanja meodal atau capital expenditure (capex) BUMN energi disiapkan sebanyak Rp 115 triliun di tahun 2010, naik 61,8 persen dari tahun 2009 sebanyak
71,08 triliun.

Menurut said, capex terbesar dialokasikan oleh PLN sekitar Rp 77-80 triliun. Dana itu akan digunakan oleh PLN untuk mulai membayar pinjaman proyek 10.000 MW
tahap pertama kepada berbagai pihak yang memberikan pinjaman.

"Sisanya disusul Pertamina dengan capex sekitar Rp 20 triliun. Akan digunakan untuk bangun kilang dan akuisisi lapangan baru untuk meningkatkan produksi," jelasnya.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads