Hal ini disampaikan Hatta usai rapat koordinasi mengenai AC-FTA di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/1/2010).
"Mendag di-back up oleh tim yaitu menteri terkait dan pelaksana," tegas Hatta.
Ia juga menambahkan soal isu rencana pengambilalihan negosiator utama oleh Menteri Perindustrian adalah tidak benar. Semua proses renegosiasi akan tetap mengacu pada satu tim bukan perorangan. "Nggak ada istilah diambil alih," tegasnya.
Menurutnya saat ini pembicaraan ulang (renegosiasi) AC-FTA sedang berjalan. Hal ini kata Hatta tidak bisa diungkapkan ke publik karena menyangkut kepentingan nasional.
Seperti diketahui proses upaya renegosiasi sebanyak 228 pos tarif sektor industri dalam negeri dalam kerangka AC-FTA sempat diwarnai keraguan beberapa pihak setelah adanya pernyataan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan.
Surin sempat menyatakan telah menerima surat resmi dari Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengenai kondisi Indonesia dalam menghadapi AC-FTA. Namun Surin mengaku, dalam surat itu tidak terbesit soal keinginan Indonesia meminta renegosiasi.
(hen/dnl)











































