'Sektor Riil Butuh Bantuan Stabilitas dan Keamanan'

'Sektor Riil Butuh Bantuan Stabilitas dan Keamanan'

- detikFinance
Selasa, 20 Apr 2004 12:59 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-jakti menegaskan tanpa adanya dukungan stabilitas, kepastian dan keamanan maka penciptaan stabilitas makro ekonomi tak akan mampu mendorong pertumbuhan sektor riil. Oleh karenanya pemerintah akan berusaha menciptakan ketiga pilar tersebut guna menyukseskan misi pembangunan jangka menengah."Tanpa adanya stabilitas, kepastian dan keamanan, maka sektor riil tak akan jalan," kata Dorodjatun Kuntjara-jakti di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (20/4/2004).Djatun juga mengatakan arah pembangunan ekonomi dalam jangka menengah, yakni tahun 2004 sampai 2006 akan difokuskan untuk memelihara stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan sektor riil dan melanjutkan reformasi kelembagaan. Nilai Tukar Rupiah Rp 2.500Sementara mengenai nilai tukar rupiah, Djatun mengingatkan agar semua pihak jangan berpikiran untuk membawa rupiah kembali ke Rp 2.500 sebelum krisis. Pasalnya jika dipaksakan justru akan menimbulkan ketidakstabilan.Dia sendiri melihat nilia tukar rupiah saat ini berada di kisaran yang cukup bagus dan stabil. "Kalau kita lihat rupiah sudah stabil. Real exchange rate kita juag sudah sama dengan tahun 1996," tegasnya. Dia juga mengungkapkan jika pelaksanaan Pemilu berjalan baik maka rating Indonesia akan meningkat mencapai level investment grade (BB+) sehingga penalti bunganya paling tinggi hanya satu persen dari yang sekarang 2,7 persen terhadap US treasury bond. Dia juga memaparkan indikator stabilitas ekonomi. Pada 2005 dia memperkirakan laju inflasi 5,5 persen, defisit 0,6 persen, rupiah Rp 8.600, stock utang 52,7 persen dari PDB, cadangan devisa US$ 32,8 miliar, pertumbuhan ekonomi 5 persen, pertumbuhan ekspor non migas 5,5 persen, pertumbuhan investasi 5,5 persen, pertumbuhan sektor pertanian 2,4 persen dan pertumbuhan industri pengolahan 5,9 persen. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads