"Yang diharapkan 5% di atas kenaikan HPP, ya jadi naik 15% dari sebelumnya. Saya kira ini wajar," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam acara kunjungan pasar Cipinang, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Mustafa menjelaskan kenaikan tambahan 5% dari harga HPP merupakan margin yang bisa diambil oleh pedagang, sehingga kenaikan itu dianggap masih normal.
Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan kenaikan harga beras di awal tahun ini disebabkan oleh masalah psikis dari kenaikan HPP beras dan belum masuknya musim panen yang diperkirakan akan terjadi puncaknya pada Maret 2010.
"Masyarakat tidak usah khawatir, stok cukup," tegas Mari.
Padahal berdasarkan pemantauan di Pasar Cipinang hingga hari ini stok beras mengalami penurunan pasokan dari pasokan normal yang rata-rata mencapai 2.000-2.500 ton per hari untuk pasokan aman di wilayah Jabodetabek.
"Pasokan 1.650 ton tadi pagi, sampai jam 2 siang nanti kita harapkan menjadi 2.000 ton," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Sjamsul Hilataha di tempat yang sama.
Para pedagang Cipinang justru berpendapat lain, jika tren suplai mengalami penurunan dari suplai normal per harinya terus berlanjut di Pasar Cipinang, dikhawatirkan akan semakin memberikan kenaikan pada harga beras lebih liar lagi.
"Pasokan beras Jabodetabek yang normal itu 2.500 ton per hari minimal. Tapi kita minus 1.000 ton sehari, dari 1 Januari sampai sekarang kita minus," kata pemilik toko PT Dian Jaya, Rusdi Syah.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, secara nasional harga rata-rata beras bulan Januari 2010 mengalami kenaikan sebesar 7,7% dibandingkan dengan harga rata-rata bulan Desember 2009 yaitu Rp 6.145 per kg menjadi Rp 6.250 per kg.
Daerah yang mengalami kenaikan dari batas harga toleransi atau diatas 15% yaitu Mataram sebesar 31,13%, Jayapura 22,31%, Palembang 16,74% dan Banten 15,41%. Sedangkan daerah yang perlu diwaspadai kenaikannya harganya yaitu Bengkulu 14,88%, Mamuju 13,87% dan Denpasar 12,28%.
(hen/dnl)











































