Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, saat ini perseroan sudah menyiapkan dana internal sebanyak Rp 3 triliun dan komitmen pinjaman perbankan tahun lalu yang siap ditarik sebanyak Rp 20 triliun.
"Dari dana itu sisanya masih banyak yang harus dicari (pinjaman untuk capex)," katanya di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Ia mengatakan, komitmen pinjaman tersebut didapat dari beberapa bank yang selama ini memberi pinjaman pada waktu penyelesaian proyek 10.000 megawatt (MW). Selain mencari pinjaman, BUMN listrik itu juga membuka opsi penerbitan obligasi dalam pemenuhan belanja modal itu.
"Nanti kita pilih mana yang terbaik. Obligasi itu juga menarik dengan pinjaman bank," imbuhnya.
Ia mengatakan, capex itu akan banyak diperlukan di sekitar pertengahan tahun 2010. Maka dari itu, perseroan mengharapkan bisa mendapatkan dananya sebelum pertengahan tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, PLN menargetkan bisa meraup laba sebesar Rp 12 triliun di akhir tahun 2010, dengan catatan, pemerintah setuju memberikan margin sebesar 8 persen. Pemerintah berencana menarik dividen setara 50 persen dari laba bersih perseroan di tahun depan.
Sementara mengenai belanja operasional atau operational expenditure (Opex) tahun ini sebesar Rp 144 triliun. Dananya akan banyak digunakan untuk pembangunan pembangkit dan jaringan.
(ang/dnl)











































