Sumatera Utara dan Aceh Dapat Tambahan Listrik 365 MW

Sumatera Utara dan Aceh Dapat Tambahan Listrik 365 MW

- detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2010 15:11 WIB
Sumatera Utara dan Aceh Dapat Tambahan Listrik 365 MW
Medan - PT PLN (Persero) memastikan akan menambahkan pasokan listrik lebih dari 365 MW kepada sistem kelistrikandi Sumatera Utara dan Aceh pada triwulan I-2010. Penambahan pasokan listrik dilakukan secara bertahap.

Direktur Operasi Indonesia Barat PLN Moch Harry Jaya Pahlawan mengatakan, dengan tambahan pasokan kelistrikan di wilayah Sumut akan mampu mendukung kelistrikan di Aceh mulai Februari dan Maret. Selama ini, sistem listrik di Aceh sebagian besar dipasok dari sistem Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

"Selain kembali dioperasikan PLTG di Belawan berkapasitas terpasang 115 MW pada akhir Januari ini, sistem Sumut juga diperkuat dengan PLTG Lot 3 Belawan pada awal Februari serta PLTU Labuan Angin, Sibolga berkapasitas 2x115 MW yang telah beroperasi dan akan diresmikan pada 28 Januari 2010 ini," kata Harry Jaya Pahlawan dalam siaran pers yang dikutip detikFinance , Sabtu (23/1/2010).

Selanjutnya, tambahan pasokan daya juga diperoleh dari PLTA Asahan 1 berkapasitas 2x90 MW yang akan beroperasi pada akhir Maret 2010 dan 1 unit lagi beroperasi pada Mei 2010. Pasokan dari ketiga pembangkit yang total kapasitasnya mencapai lebih dari 365 MW tersebut, menjadikan sistem Sumut memiliki reserve margin (cadangan listrik) yang lebih besar.

Menurut Harry, kondisi kelistrikan Sumut saat ini akan jauh berbeda dengan sebelumnya yang masih bisa dikatakan pas-pasan dengan kebutuhan. "Sebab ketika ada pemeliharaaan apalagi ada gangguan, maka pemadaman listrik masih bisa dielakkan," ujarnya.

Meski demikian, dia mengingatkan, tambahan pasokan listrik tersebut harus terus ditingkatkan guna menyeimbangkan pertumbuhan konsumsi listrik yang setiap tahunnya terus bertambah. Karena, ada unit yang lain GT21 Belawan akan di-overhaul sesuai jadwal pada bulan April 2010.

Karena itu, Harry mengatakan, PLN juga berencana membangun 13 pembangkit skala kecil, termasuk 7 pembangkit skala kecil di Aceh. "Kita juga memprioritaskan kelistrikan di pualu Nias yang kini masih kekurangan," ujarnya.

Pada pertemuan terbatas tersebut, Harry  juga meminta dukungan Pemprov Sumut dan Pemda untuk membantu dalam penyediaan lokasi pembangkit tersebut. Hal itu, kata dia, guna memudahkan dan mempercepat proyek pembangkit listrik yang dikhususkan untuk remote area.

Sementara untuk proyek pembangkit yang merupakan bagian dari program percepatan PLTU 10.000 MW tahap pertama, yakni PLTU Pangkalan Susu, Langkat, Sumut sebesar 400 MW diperkirakan akan mulai beroperasi pada Maret 2011.

"Tentunya kita memerlukan suport dari pemerintah daerah untuk pembangunan pembangkit-pembangkit tersebut," kata Harry.

Di luar pembangkitan, dia menambahkan, saat ini PLN juga mengalami kendala dalam investasi proyek pembangunan jaringan sehingga diharapkan Pemerintah daerah (Pemda) dapat berpartisipasi dalam pembiayaan proyek tersebut.

"Kita lagi ada kesulitan dalam pembangunan jaringan, mungkin ada PAD dari Pemda untuk mensuport proyek ini. Kita harapkan adanya sharing dengan Pemda," katanya.

Sebab dengan selesainya sistem interkoneksi dari Sumut ke Sumbangteng (Sumbar dan Riau hingga Aceh) dapat dilakukan transfer daya sudah bisa dilakukan dengan didukung kehadiran pembangkit- pembangkit baru tersebut, sehingga mendorong percepatan pembangunan perekonomian daerah. 

"Hal ini juga didukung dengan sistem interkoneksi Sumatera. Sebelum 2012 nanti sistem interkoneksi 275 KV dari Sumbagsel hingga Sumbagteng sudah selesai," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya memahami kondisi yang dialami PLN dan berharap investasi infrastruktur kelistrikan di Sumut dapat berjalan lancar. Bahkan, Syamsul mengatakan, pembiayaan proyek percepatan pembangkit maupun jaringan listrik semestinya dapat pembiayaan dari investor dalam negeri.

"Kita sangat berharap kehadiran pembangkit baru dengan kapasitas besar ini mampu mendorong perkembangan perekonomian di Sumut," katanya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads