"Capex tahun ini Rp 550 miliar, sebanyak Rp 350-390 miliar akan menggunakan dana eksternal dari loan (pinjaman) perbankan," kata Direktur Utama Pos I Ketut Marjana di Kantor Pusat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (25/1/2010).
Ia mengatakan, belanja modal itu akan digunakan untuk melakukan standarisasi operasional perseroan dan pengembangan infrastruktur Teknologi dan Informasi (TI).
Dengan peningkatan tersebut maka pendapatan perseroan di tahun 2010 diharapkan bisa meningkat sebanyak 26,5 persen.
Menurutnya, hingga akhir tahun 2009 lalu perusahaan pelat merah itu sudah membukukan pendapatan sebanyak Rp 2,45 triliun (unaudited ). Dengan adanya investasi infrastruktur itu, maka pendapatan tahun ini bisa tumbuh hingga Rp 3,1 triliun.
"Kita investasi untuk men-drive revenue (pendapatan). Tidak semuanya bisa dibiayai dari dana operasional. Kalau tidak berani pinjam maka tidak optimal," ujarnya.
Ketut mengatakan laba bersih perseroan di tahun 2009 mencapai Rp 65 miliar (unaudited ). Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih bisa naik 2-3 kali lipat dibandingkan tahun 2009.
Porsi penyumbang pendapatan terbanyak masih dipegang oleh divisi mail (surat) yang menyumbang pendapatan lebih dari 50 persen. Namun menurutnya, sudah terjadi pergeseran porsi terbesar karena porsi jasa keuangan dan logistik semakin meningkat.
"Kita harapkan porsi ketiganya bisa seimbang di tahun-tahun mendatang," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama Direktur BNI Bien Subiantoro mengatakan, pihaknya siap memberikan pinjaman yang dibutuhkan oleh PT Pos. "BNI siap support (mendukung) untuk pinjaman. Kita kan sudah beri consumer loan untuk sepeda motor Pak Pos, apalagi untuk perusahaannya," ujarnya.
Dirikan Anak Usaha Baru
PT Pos berencana membentuk anak usaha yang bergerak di sektor jasa keuangan. Rencana ini akan dilakukan dengan cara menggandeng salah satu bank yang ada di dalam negeri.
Ketut menjelaskan, pembentukan anak usaha tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan porsi jasa keuangan dalam menyumbang target pendapatan tahun 2010.
"Kita mau cari partner dengan bank untuk bikin anak usaha pembiayaan tahun ini. Sudah ada beberapa bank yang kita jajaki," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil penjajakan tersebut menurutnya potensi kerjasama yang besar ada di beberapa bank pelat merah. PT Pos menargetkan bentuk anak usaha tersebut bisa diketahui di semester I-2010.
"Nanti semester 2 operasionalnya sudah bisa jalan," ungkapnya.
Meski demikian, ia belum bisa menjelaskan berapa porsi saham antara PT Pos dan bank yang akan menjadi partnernya nanti karena masih dibahas secara internal. Ia mengatakan, jenis bank yang selama ini sudah dijajaki merupakan bank umum.
Dengan adanya anak usaha tersebut, porsi jasa keuangan terhadap pendapatan perseroan bisa meningkat dan seimbang dengan porsi lainnya yaitu logistik dan mail.
(ang/dnl)











































