Demikian disampaikan Kepala ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa usai jumpai pers mengenai perkembangan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II Kementerian Perekonomian di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Menurut Purbaya, program ini baru sebatas pembetulan masalah-masalah perekonomian yang kemudian menjadi fondasi untuk program-program pemerintah selama lima tahun mendatang.
"Dampaknya tidak akan kelihatan dalam sehari dua hari," ungkapnya.
Purbaya menilai pemerintah kurang agresif menginformasikan secara jelas kepada publik bahwa perekonomi tidak akan langsung melejit begitu program 100 hari dirampungkan.
Namun, urgensi dari program ini, berkaitan dengan kesulitan pemerintah membelanjakan anggaran negara secara optimal setiap tahun. Hal ini mengakibatkan pembangunan infrastruktur tersendat.
Oleh karena itu, ujar Purbaya, dengan adanya revisi Keppres No.80/2003 mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah dalam program 100, penyerapan anggaran seharusnya bisa lebih cepat.
Purbaya menyatakan dengan percepatan penyerapan infrastruktur ini akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah tahun ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% tetapi Danareksa optimistis perekonomian setidaknya bisa tumbuh hingga 6%. Target tersebut dengan catatan pembangunan infrastruktur bisa diakselerasi.
(nia/dnl)











































