"Kalau dimaksimalkan bisa naik 50% dari perkiraan US$ 101,5 miliar, potensinya bisa sampai US$ 150 miliar," kata Wakil Ketua Umum Kadin Franky Widjaja dalam acara konferensi pers, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2010).
Seperti diketahui Kadin telah merumuskan 15 komoditas unggulan nasional yang menjadi katalis atau lokomotif penggerak sektor komoditas pangan nasional.
Beberapa komoditas itu antara lain 4 komoditas pangan strategis yaitu beras, jagung, gula, dan kedelai. Selain itu ada 6 komoditas unggulan ekspor seperti sawit, kakao, tuna, udang, kopi, dan teh. Ada juga 2 komoditas ternak pendukung perbaikan gizi masyarakat yaitu daging sapi dan ayam. Sedangkan 3 sisanya adalah komoditas buah-buahan populer yaitu mangga, pisang, dan jeruk.
Franky menambahkan potensi devisa sebesar US$ 150 miliar bisa tercapai jika dari 15 sektor itu, produk turunannya terus dikembangkan, terlebih lagi produk-produk lainnya ditingkatkan.
"Dalam 5 tahun kalau downstream -nya digalakan itu bukan mimpi," katanya.
Seperti diketahui program Feed The World digagas oleh Kadin, yang mencoba membuat terobosan terhadap permasalahan pangan nasional dan dunia pasca krisis pangan dunia pada tahun 2007 lalu.
Feed the World berambisi bisa menjadikan Indonesia bukan hanya bisa berswasembada pangan nasional namun juga bisa memasok bahan pangan dunia. Bisakah?
(hen/dnl)











































