"Terminal BBM swasta terbesar tahap I dengan kapasitas 250.000 KL akan selesai dan operasi bulan depan," kata Direktur Utama AKR, Haryanto Adikoesoemo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Setelah terminal BBM fase I yang berada di Tanjung Priok beroperasi maka AKR akan membangun terminal BBM fase II dengan kapasitas sebesar 200.000 KL. Dana untuk pembangunan fase I sekitar US$ 100 juta, sementara untuk pembangunan fase II diperkirakan menelan dana US$ 130-140 juta. Dimana untuk proyek pengerjaannyanya, perseroan menggandeng Royal Vopak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membangun penampungan BBM, AKR juga membangun dua demarga untuk kapal tanker dengan kapasitas masing-masing 65.000 ton dan 8.000 ton.
Sementara untuk menunjang pendistribusian BBM melalui darat, AKR telah memiliki 176 truk pengangkut BBM. "Kami juga merupakan transporter BBM dari Shell Indonesia. Ini menunjukan kami juga memiliki pengalaman dalam pendistribusian BBM," ungkapnya.
Dengan berbagai jaringan distribusi yang dimiliki, Haryanto optimis pihaknya dapat berkontribusi untuk mengurangi kelangkaan BBM di tanah air.
(epi/ang)











































