Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (1/2/2010).
"Tahun ini saya prediksi 5% lebih sedikit," ujarnya.
Menanggapi laju inflasi Januari yang mencapai 0,84%, Sri Mulyani menyatakan angka tersebut merupakan hal yang biasa terjadi selama 5 tahun terakhir. Pemerintah, lanjutnya, sudah meyakini inflasi pada awal tahun sekitar 1% yang dipengaruhi kenaikan harga pangan.
"Lima tahun terakhir selalu sekitar 1%, kita tetap waspada seperti yang sudah diyakini pemerintah akan ada kenaikan pangan yang akan berdampak pada inflasi," jelasnya.
Namun, lanjut Sri Mulyani, lonjakan inflasi di Januari 2010 ini tidak perlu dikhawatirkan karena harga pangan sudah mulai turun pada seminggu terakhir ini. Apalagi akan ada panen raya yang dimulai pada Maret dengan puncak panen di bulan April.
"Harga pangan itu memang naik tetapi seminggu terakhir sudah turun dan pada Maret ada panen raya, April itu puncaknya," jelas Sri Mulyani.
Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan kenaikan harga beras yang mencapai 8,45% untuk beras murah dan 7,8% untuk beras mahal, yang terjadi sejak Januari 2010 menyumbang 0,35% terhadap inflasi bulan Januari 2010Β yang mencapai 0,84%.
Selain beras, Rusman menyatakan inflasi bulan ini juga dipicu harga nasi dan lauk pauk yang menyumbang sebesar 0,09%. Ikan segar juga memicu inflasi sebesar 0,07%, gula pasir sebesar 0,06%, dan cabe merah sebesar 0,06%.
(nia/dnl)











































