Hal tersebut dikatakan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam RDP dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (03/02/2010).
"Di Amerika dengan jumlah penduduk 345 juta, biaya yang dibutuhkan untuk sensus penduduk mencapai Rp 40 triliun," ujar Rusman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka Indonesia yang paling murah di ASEAN," tambahnya.
Rusman juga mengatakan saat ini kondisi daerah-daerah yang akan disurvei berubah dibandingkan 10 tahun lalu. "Sangat berat medan-nya karena beberapa daerah kondisinya berubah karena bencana alam," tuturnya.
Rencananya BPS akan merekrut 700 ribu pencacah. "Jumlah ini juga kalah banyak dibanding negara lain semisal Turki dengan 62,7 juta penduduk menggunakan 900 ribu pencacah sedang Nigeria dengan 150 juta penduduk menggunakan 700 ribu pencacah," ungkapnya.
Namun Rusman menegaskan dengan bermodalkan 700 ribu pencacah, data yang dihasilkan nanti akan berkurang kualitasnya.
"Untuk menjaga data keluaran yang baik, BPS punya mitra setia yang itu adalah tenaga outsourcing, itu permanen kita pakai. Mereka adalah tenaga terlatih," pungkasnya.
(dru/dnl)











































