"Sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010 ditargetkan laba Rp 25,011 triliun," ujar Direktur Keuangan Ferederick Siahaan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
Menurut Ferederick, pencapaian laba bersih tersebut tergantung harga minyak mentah dunia dan juga keseimbangan suplly-demand produk BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun ini, Pertamina juga menargetkan kenaikan pendapatan dari Ro 356,37 miliar di tahun lalu menjadi Rp 386,817 miliar. Asumsi RKAP 2010 disusun dengan menggunakan asumsi ICP 65 per barel dan kurs 10.000.
Pada kesempatan yang sama, Ferederick menyampaikan, turunnya perolehan laba bersih di tahun 2009 sekitar Rp 15, 07 triliun dibanding tahun laba tahun 2008 yang mencapai Rp 30,195 triliun disebabkan pada tahun 2009 perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 6,5 triliun dalam penjualan BBM bersubsidi.
"Kami meminta bantuan keoada Komisi VII untuk pertimbangkan kembali formula alpha (biaya distribusi dan margin) mengikuti fluktuasi harga minyak," kata dia.
(epi/dro)











































