Demikian hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (8/2/2010).
"Mungkin karena mau imlek kali ya," ujarnya saat ditanyai mengenai kenaikan harga beras grosir sebesar Rp 200 sejak 2 hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naik turun naik turun itu normal. Tapi setelah panen, harga akan turun tapi tidak anjlok, kalau turun banget, petani akan mengeluh, jadi turun tapi stabil," jelasnya.
Untuk menjaga harga beras agar tidak melambung terlalu tinggi, Mari menyatakan pihaknya tetap akan melakukan operasi pasar bahkan sebelum kenaikan sebesar 25%. "OP tetap lakukan sebelum 25% jika ada permintaan dari Pemda," jelasnya.
Β
Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan mempercepat penyaluran beras miskin untuk mempercepat tersedianya pasokan beras di pasar.
(nia/ang)











































