Hal ini disampaikan oleh Ketua Asaki Achmad Widjaya dalam jumpa pers usai bertemu dengan Wapres Boediono di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
"Kami mengeluhkan ke Wapres soal kendala suplai gas. Tanpa suplai gas, ubin tidak bisa matang," keluh Ahmad.
Ahmad menjelaskan, agar 100 persen produksi tercapai, industri keramik membutuhkan pasokan gas sebesar 55 juta meter kubik per tahun. Jika pasokan gas ini terpenuhi, para pengusaha ini yakin target pencapaian Rp 15-20 triliun tercapai.
"Kita membutuhkan gas yang terus berlanjut. Selama ini gas hanya cukup untuk beberapa hari ke depan, padahal kita perlu jaminan hingga lima tahun ke depan," terang Ahmad.
Para pengusaha ini juga mengatakan bahwa kurangnya pasokan gas terhadap industri dalam negeri ini lantaran banyaknya pasokan gas yang di ekspor ke luar negeri, seperti Singapura, padahal pasokan gas untuk industri domestik saja belum terpenuhi.
"PGN (Perusahaan Gas Negara) juga selalu bilang pasokan gas terbatas, tapi tetap selalu ada pelanggan baru," tutur Achmad.
Mendengar keluhan para pengusaha ini, Boediono berjanji akan mem-follow up keluhan dari Asaki, dan mengatur kembali perimbangan distribusi dan pasokan gas untuk industri domestik.
(gun/dnl)










































