Bank Dunia Danai 280 Proyek RI Senilai US$ 25 Miliar

Bank Dunia Danai 280 Proyek RI Senilai US$ 25 Miliar

- detikFinance
Rabu, 17 Feb 2010 10:47 WIB
Jakarta - Sejak 1967, Bank Dunia telah mendanai 280 proyek pembangunan di Indonesia dengan total nilai mencapai US$ 25 miliar.
 
Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia Nasution, sejak tahun 1967, Bank Dunia telah hadir di Indonesia untuk mendukung pembangunan ekonomi di berbagai bidang dengan penekanan pada penurunan tingkat kemiskinan. 
 
"Sejak saat itu Bank Dunia telah mendanai 280 proyek program pembangunan di semua sektor dengan nilai mencapai US$ 25 miliar telah diterima pemerintah Indonesia dari Bank Dunia," ujar Mulia dalam sambutan pada acara Procurement Workshop on World Bank Funded Project di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
 
Mulia menyatakan hingga tahun 1990 pinjaman tahunan Bank Dunia kepada Indonesia mencapai US$ 1 miliar. Pada 20 tahun pertama, lanjutnya, pinjaman didominasi pada bidang energi, industri, pertanian, dan pembangunan infrastruktur.

Namun sejak krisis tahun 1998, lanjut Mulia, terjadi perubahan dalam pola pemberian pinjaman Bank Dunia kepada Indonesia yaitu hanya US$ 460 juta pinjaman tahunan yang bisa digunakan pemerintah Indonesia dengan fokus bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta pembangunan sosial, dan pemerintahan pada semua level. 
 
Selain program pinjaman Bank Dunia di Indonesia, Mulia menyatakan Bank Dunia juga memiliki salah satu program hibah terbesar dibandingkan dengan kantor perwakilan lain dengan lebih dari US$ 1 miliar dalam 133 dana perwalian atau trust fund dengan dana terbesarnya senilai US$ 650 juta.
 
"Hibah terbesar itu dalam bentuk Multi Donor Fund for Reconstruction of Aceh and Nias," ujarnya.
 
Mengenai pembiayaan program pemerintah dari luar negeri, Mulia menyatakan pada tahun 2009 lalu, pembiayaan program pemerintah dari luar negeri sebesar 4,5% dari belanja pemerintah pusat tahun 2009 atau sebesar Rp 28,4 triliun.

Sedangkan untuk 2010, pembiayaan program pemerintah dari luar negeri sebesar Rp 33,2 triliun dari belanja pemerintah pusat tahun 2010 yang mencapai Rp 725,2 triliun.
 
"Itu untuk pembangunan baik fisik maupun non fisik," ujar Mulia.
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads