"Total ekspor Indonesia dibandingkan dengan ekspor dunia baru mencapai 0,92%," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, saat acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Mahendra menambahkan dari sisi penetrasi, produk-produk Indonesia hampir sudah terkirim ke seluruh negara di dunia. Krisis tahun 2008 lalu telah mendorong diversifikasi pasar yang sebelumnya hanya terbatas pada negara-negara utama tujuan ekspor Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahendra juga mengatakan saat ini telah terjadi pergeseran pasar tujuan ekspor Indonesia dari negara-nagara tradisional ke negara non tradisional, yaitu dominasi ekspor ke negara-negara Eropa (Belanda, Italia dan Spanyol) AS dan Jepang sudah mulai berkurang pada Januari 2010. Sedangkan negara-negara non tradisional seperti China, India, dan Korea mengalami peningkatan.
Dikatakannya dominasi produk-produk utama Indonesia justru dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, sedangkan produk-produk non utama mengalami kenaikan
pada tahun 2009 kontribusi produk non utama naik dari 45% menjadi 52% dibandingkan tahun 2005. Beberapa produk non utama yang mengalami kenaikan yaitu produk medis, makanan olahan, ikan dan produk ikan, perhiasan, dan rempah-rempah.
Seperti diketahui, ekspor Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 menunjukan tren pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu naik dari US$ 85,7 miliar menjadi US$ 116,5 miliar. Pada bulan Januari 2010 total ekspor mencapai US$ 11,6 miliar yang mengalami kenaikan 58,99% dibandingkan Januari 2009 yang hanya mencapai US$ 7,3 miliar.
Capaian ekspor Januari 2010 terdiri dari ekspor non migas sebesar US$ 9,2 miliar atau meningkat 47,61% dibandingkan Januari 2009 dan ekspor migas US$ 2,3 miliar atau naik 128% dibandingkan Januari 2009 yang hanya mencapai US$ 1 miliar.
(hen/dnl)











































