80% Komponen PLTP Masih Diimpor

80% Komponen PLTP Masih Diimpor

- detikFinance
Senin, 15 Mar 2010 14:19 WIB
Jakarta - Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek pengembangan panas bumi masih sangat rendah. Hingga kini 80 persen komponen dalam pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) masih diimpor.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (Memorandum of Undertanding/Mou) antaraΒ  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Nusantara Turbin dan Propulsi, dan PT Rekayasa Industri diharapkan dapat meningkatkan TKDN dalam proyek pengembangan wilayah kerja panas bumi (WKP) di tanah air.

"PGE kan memiliki wilayah panas bumi, dengan ditandatanganinya Mou ini maka diharapkan TKDN di proyek panas bumi bisa meningkat," Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi usai penandatanganan Mou pembangunan PLTP Merah Putih di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (15/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya menargetkan TKDN dalam proyek pengembangan panas bumi dapat capai 65% pada tahun 2014 terutama dalam proyek pembangunan PLTP. "Kalau ini bisa ditingkatkan, paling tidak secara ekonomis mampu meningkatkan industri nasional," katanya.

Masih rendahnya komponen TKDN dalam proyek pengembangan panas bumi di tanah air tersebut juga diakui oleh PGE Abadi Purnomo. Ia menyatakan pemanfaatan komponen dalam negeri untuk proyek WKP-nya masih sekitar 2-3%.

"Khusus pembangunan hulu dan hilir hampir semuanya impor. TKDN masih sangat rendah bahkan mendekati zero percent. Hanya sekitar 2-3 persen," ungkapnya.

Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena PGE tidak ingin menggunakan industri dalam negeri dalam pengembangan WKP-nya, namun hingga saat ini perseroan sendiri masih kesulitan untuk menemukan industri dalam negeri yang mampu untuk membantu PGE dalam mengembangkan WKP-nya.

"Tentunya kami akan terus mendorong agar TKDN ini bisa terus ditingkatkan," tandasnya.

(epi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads