Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (Memorandum of Undertanding/Mou) antaraΒ Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Nusantara Turbin dan Propulsi, dan PT Rekayasa Industri diharapkan dapat meningkatkan TKDN dalam proyek pengembangan wilayah kerja panas bumi (WKP) di tanah air.
"PGE kan memiliki wilayah panas bumi, dengan ditandatanganinya Mou ini maka diharapkan TKDN di proyek panas bumi bisa meningkat," Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi usai penandatanganan Mou pembangunan PLTP Merah Putih di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (15/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih rendahnya komponen TKDN dalam proyek pengembangan panas bumi di tanah air tersebut juga diakui oleh PGE Abadi Purnomo. Ia menyatakan pemanfaatan komponen dalam negeri untuk proyek WKP-nya masih sekitar 2-3%.
"Khusus pembangunan hulu dan hilir hampir semuanya impor. TKDN masih sangat rendah bahkan mendekati zero percent. Hanya sekitar 2-3 persen," ungkapnya.
Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena PGE tidak ingin menggunakan industri dalam negeri dalam pengembangan WKP-nya, namun hingga saat ini perseroan sendiri masih kesulitan untuk menemukan industri dalam negeri yang mampu untuk membantu PGE dalam mengembangkan WKP-nya.
"Tentunya kami akan terus mendorong agar TKDN ini bisa terus ditingkatkan," tandasnya.
(epi/dnl)











































