Demikian disampaikan Direktur Corporate Network dari Economist Intelligence Unit Ross O'Brien dalam Economist Conferences Indonesia Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (24/3/2010).
Ia menjelaskan, sebagai salah satu negara berkembang (emerging markets), Indonesia terbukti tahan terhadap ancaman krisis dua tahun lalu, dengan bertumpu pada pasar domestik. Situasi ini membuat peluang untuk tetap tumbuh bagi Indonesia tetap saja ada.Â
Â
"Bahkan, pertumbuhan Indonesia di tahun 2011 bisa mencapai 5,9% karena pulihnya ekonomi negara-negara Asia lainnya, kemudian terus mencapai 6,2% di 2012 dan 13, lalu sebesar 6,3% di 2014," papar O'Brien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic Conference merupakan diskusi interaktif antara para eksekutif senior yang mencari berbagai informasi secara mendalam, serta menggali isu penting dan terkini. Termasuk di dalamnya terdapat pertemuan pelaku industri, manajemen, dan pejabat pemerintah.
Dalam acara ini juga diharapkan terjadi pertukaran pandangan dan membandingkan pengalamannya dengan para pengambil keputusan serta dengan pembicara ahli lain yang terkait.
"Sebagai sedikit negara yang berhasil melewati krisis dengan baik, potensi Indonesia yang selama ini sering terabaikan akhirnya mendapat perhatian," ungkap HSBC Asian Economist, Global Markets Welliam Wiranto.
Lanjutnya, Indonesia masih dapat memaksimalkan faktor pendorong lain selain konsumsi sektor swasta, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Yaitu sektor investasi diharapkan dapat memainkan peran sebagai faktor tambahan tersebut.
(wep/dnl)











































