Masyarakat Indonesia Masih Cintai Produk China

Masyarakat Indonesia Masih Cintai Produk China

- detikFinance
Kamis, 01 Apr 2010 13:28 WIB
Jakarta - Produk China ternyata masih menjadi idola bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pangsa pasar produk China di Indonesia mencapai 18,58%.

"Selama Januari-Februari 2010, juaranya China dengan nilai impor US$ 2,79 miliar dengan yang cinta produk impor yang berarti membeli produk China sebanyak 18,58%," ungkap Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Kamis (1/4/2010).

Namun, walaupun banyak produk China yang beredar di Indonesia, Rusman menilai jumlah tersebut tidak mengalami kenaikan karena adanya peraturan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai impor dari Cina, lanjutnya, turun sebesar US$ 20 juta dari Januari 2010 yang bernilai US$ 1,4 miliar menjadi US$ 1,38 miliar pada Februari 2010 ini. Begitu pula dengan ekspor Indonesia ke China yang diharapkan naik karena adanya AC-FTA, tetapi pada kenyataannya juga mengalami penurunan dari US$ 1,01 miliar pada Januari menjadi US$ 986,2 juta.

Rusman beranggapan penurunan ini karena mekanisme perdagangan masih menggunakan mekanisme yang berlaku sebelum adanya AC-FTA.

"Awalnya dengan adanya AC-FTA diharapkan ekspor impor ke China meningkat, tapi ternyata tidak. Februari yang diharapkan sudah efektif, ternyata belum efektif. Artinya, pembisnis belum merespon AC-FTA," ujar Rusman.

Jika dibandingkan dengan negara impor lain, produk Jepang bisa dikatakan produk kedua terbesar yang wara-wiri di Indonesia dengan nilai impor Januari-Februari 2010 sebesar US$ 2,16 miliar dengan pansa pasar di Indonesia sebanyak 14,43%.

Sedangkan Singapura menjadi pemasok produk terbesar ketiga dengan nilai US$1,51 miliar dengan pangsa pasar 10,09%. Sementara impor dari ASEAN mencapai 22,81% dan Uni Eropa sebesar 8,66%.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads