Masih Banyak Pejabat Ditjen Pajak yang 'Kotor'

Markus Pajak Rp 28 Miliar

Masih Banyak Pejabat Ditjen Pajak yang 'Kotor'

- detikFinance
Sabtu, 03 Apr 2010 10:01 WIB
Jakarta - Kasus markus Rp 28 miliar yang melibatkan aparat Ditjen Pajak Gayus Tambunan memperlihatkan masih adanya praktek kotor para aparat pajak. Namun praktek ini diyakini tidak hanya dilakukan oleh Gayus dan atasannya di Direktorat Banding dan Keberatan Ditjen Pajak.

Demikian disampaikan oleh Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Sabtu (3/4/2010).

"Presiden sebaiknya meninjau ulang rekam jejak para pimpinan di Ditjen Pajak. Karena berdasarkan catatan saya, ada unsur pimpinan pajak yang tidak bersih rekam jejaknya. BIN pasti bisa dengan cepat menelusuri rekam jejak tersebut. Sebaiknya yang tidak bersih segera dicopot karena keberadaan mereka bisa menularkan virus markus kepada aparat-aparat yang lebih muda," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dradjad meminta pemerintah segera membongkar mafia di tubuh Ditjen Pajak dan juga Bea Cukai karena sudah sangat merusak.

"Presiden bisa segera memerintahkan investigasi independen terhadap mafia pajak dan cukai. Jangan libatkan orang Kemenkeu dalam proses ini agar tidak ewuh pakewuhb. Strateginya adalah pembongkaran secara berantai," tandasnya.

Sementara mengenai penangkapan Gayus Tambunan, Dradjad mengatakan sebaiknya Gayus menebus dosanya dengan cara membongkar mafia pajak yang dia ketahui.

"Kalau ada 5 saja pegawai pajak yang terlibat mafia yang dia bongkar, maka itu bisa membongkar puluhan orang dalam mafia. Efek jeranya akan luar biasa," tegasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads