"Akselerasi inflasi akan terjadi di semester II-2010 seiring dengan tren harga minyak dunia yang akan mencapai US$ 90 per barel. Inflasi akhir tahun bisa 6%," ujar Ekonom dari INDEF, Aviliani saat dihubungi detikFinance, Minggu (4/4/2010).
Menurutnya, Indonesia harus siap-siap mengalami kenaikan inflasi pada bulan Juni 2009, seiring dengan permasalahan distribusi pangan dan kenaikan harga minyak dunia serta ancaman badai el-Nino. Hingga akhir tahun, angka inflasi diperkirakan berkisar di level 5-6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi baru akan terjadi pada Juni, Juli 2010 akibar distribusi dan kenaikan harga minyak," ujarnya.
Aviliani menambahkan, gagasan untuk membuat forum penjaga inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama BI dan bank umum sudah tepat. Forum tersebut tugas utamanya adalah menjaga stok pangan di daerahnya masing-masing.
Dan ini terbukti ampuh, saat kontrol dilakukan inflasi dapat diredam. Forum ini juga menjadikan distribusi barang ke dan menuju daerah, dapat terlaksana dengan baik.
"Ini salah satu cara. Kalau distribusi memang harus dikontrol oleh tim, supaya menjaga agar tidak terjadi hambatan yang dapat memicu inflasi. Tim contohnya di Kalimantan Tengah, mereka membagi tugas untuk menjaga dan terbukti inflasi disana rendah," ungkap Aviliani.
Selain pemantauan stok pangan dan distribusi, energi juga perlu dilakukan hal yang sama. Utamanya adalah bahan bakar bersubsidi. Jika telah sedikit saja, maka inflasi bisa terkatrol.
"Pastikan El-Nino yang terjadi pada bulan Agustus tidak mengganggu kelancaran stok dan distribusi. Sebaiknya Pemda sudah mulai menyetok pangan," ucapnya.
Â
Â
(wep/dro)











































