Maklum saja setelah berjalan 3 bulan, para pengusaha merasa gerah terkait perkembangan renegosiasi AC-FTA yang dinilai jalan di tempat. Meski hasil pertemuan Menteri Perdagangan Indonesia-China beberapa hari lalu di Jogjakarta menyepakati beberapa poin mengenai capacity building.
"Kita harapkan dalam kesempatan kedatangan PM China nanti, itu sudah bisa dijawab," kata Pjs Ketua Umum Kadin Putra Tahir dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/4/2010).
Adi mengaku sampai saat ini pihak Kadin belum tahu kapan hasil renegosiasi terutama terhadap 228 pos tarif sektor industri bisa membuahkan hasil. Namun ia berharap masalah renegosiasi sebanyak 228 pos tarif bisa segera dituntaskan oleh Indonesia meski sudah ada wacana tawaran capacity building di sektor usaha kecil dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistrik Benny Soetrisno mengatakan hingga saat ini upaya renegosiasi yang dilakukan oleh kementerian perdagangan masih di tataran diplomatis belaka, belum menyentuh pada pada tataran riil.
"Saya lakukan pembicaraan dengan Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (Gusmardi Bustami) isinya masih general, isinya masih diplomasi tok, hanya kepentingan diplomasi saja, bukan yang riilnya," tegas Benny.
(hen/dnl)










































