"Dalam beberapa bulan terakhir beban puncak 200 MW naik. Kalau tahun lalu 5.100 MW sekarang 5.300-5.400 MW," kata General Manager PLN distribusi Jakarta dan Tangerang, Purnomo Willy di Jakarta, Jumat (9/4/2010).
Purnomo menyatakan, kenaikan beban daya ini sulit untuk diantisipasi karena empat dari tujuh trafo interbus transformer (IBT) yang dimilikinya, bebannya sudah mencapai 100 persen. Keempat trafo tersebut berada di gardu induk Kembangan, Balaraja, Gandul dan Cawang. Sementara sisanya berada di kisaran 80-90 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar bisa terus melayani kebutuhan listrik para pelanggannya, PLN Disjaya menyiasatinya dengan membatasi pemakaian listrik untuk para pelanggan besarnya. Pembatasan tersebut dimulai pada pukul 10.00-15.00 Wib, dimana para pelanggan besar tersebut hanya boleh menggunakan 70 persen dari kebutuhan normalnya.
"Kalau pelanggan rumah tangga semua tetap layani tapi kalau untuk industri terpaksa kami batasi," kata dia.
Namun, Purnomo berjanji kondisi ini hanya akan membaik pada tahun ini seiring dengan adanya tambahan empat trafo IBT baru sehingga ada tambahan pasokan daya sebesar 1.600 Megawatt.
"Itu diharapkan sudah masuk pada akhir tahun ini," tandasnya. (epi/dnl)










































