Terminal BBM AKR Resmi Beroperasi

Terminal BBM AKR Resmi Beroperasi

- detikFinance
Senin, 12 Apr 2010 11:18 WIB
Jakarta - Pemerintah meresmikan terminal penampungan BBM impor swasta pertama di Jakarta yang dibangun oleh PT Aneka Kimia Raya Tbk (AKR). Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 250.800 meter kubik (cbm) dan memungkinkan untuk mendistribusikan produk minyak ke seluruh daerah di Jakarta dan sekitarnya.

Rencananya tangki penyimpanan ini akan berkapasitas 450.000 kiloliter, dibangun dalam 2 tahap. Tahap pertama, tangki penyimpanan sebesar 250.800 kiloliter yang akan diresmikan pada hari ini memiliki infrastruktur dua dermaga dengan kapasitas kapal 65 ribu dwt dan 8 ribu dwt.

Dana untuk pembangunan fase IΒ  sekitar US$ 100 juta, sementara untuk pembangunan fase II diperkirakan menelan dana US$ 130-140 juta. Dimana untuk proyek pengerjaannyanya, perseroan menggandeng Royal Vopak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peresmian terminal ini akan lebih mengamankan persediaan BBM di negara ini dan meningkatkan persediaan produk-produk BBM nasional di daerah ibukota dan serta industri negara yang kita cintai," ujar Direktur Utama PT Aneka Kimia Raya Tbk (AKR) Haryanto Adikoesoemo dalam sambutannya di Terminal Vopak, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (12/4/2010).

Terminal ini mulai dibangun pada awal tahun 2008 yang dimulai dengan cut and fill dan dilanjutkan dengan ground breaking dan pekerjaan mekanikal serta elektrikal termasuk sistem proteksi pemadam kebakaran yang dirancang dengan standard internasional Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Selain itu, otomasi terpadu yang canggih akan memperkuat efisensi dalam pendistribusian produk-produk BBM Jakarta dan sekitarnya, provinsi Jawa Barat dan Banten yang merupakan pasar yang besa untuk produk-produk BBM di Indonesia.

"Kami yakin dedikasi terminal modern ini akan memperkuat upaya Pemerintah untuk menderegulasikan sekto hilir BBM secara berhasil di Indonesia," ujarnya.

Peresmian terminal diresmikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dibuka secara resmi untuk mulai beroperasi oleh CEO Royal Vopak, Belanda John Paul Broeders dan Haryanto Adikoesoemo, serta disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perhubungan Fredy Numbery, dan Direktur Jenderal Migas Evita Legowo.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads