Rencananya tangki penyimpanan ini akan berkapasitas 450.000 kiloliter, dibangun dalam 2 tahap. Tahap pertama, tangki penyimpanan sebesar 250.800 kiloliter yang akan diresmikan pada hari ini memiliki infrastruktur dua dermaga dengan kapasitas kapal 65 ribu dwt dan 8 ribu dwt.
Dana untuk pembangunan fase IΒ sekitar US$ 100 juta, sementara untuk pembangunan fase II diperkirakan menelan dana US$ 130-140 juta. Dimana untuk proyek pengerjaannyanya, perseroan menggandeng Royal Vopak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminal ini mulai dibangun pada awal tahun 2008 yang dimulai dengan cut and fill dan dilanjutkan dengan ground breaking dan pekerjaan mekanikal serta elektrikal termasuk sistem proteksi pemadam kebakaran yang dirancang dengan standard internasional Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Selain itu, otomasi terpadu yang canggih akan memperkuat efisensi dalam pendistribusian produk-produk BBM Jakarta dan sekitarnya, provinsi Jawa Barat dan Banten yang merupakan pasar yang besa untuk produk-produk BBM di Indonesia.
"Kami yakin dedikasi terminal modern ini akan memperkuat upaya Pemerintah untuk menderegulasikan sekto hilir BBM secara berhasil di Indonesia," ujarnya.
Peresmian terminal diresmikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dibuka secara resmi untuk mulai beroperasi oleh CEO Royal Vopak, Belanda John Paul Broeders dan Haryanto Adikoesoemo, serta disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perhubungan Fredy Numbery, dan Direktur Jenderal Migas Evita Legowo.
(nia/dnl)











































