DPR Ngotot Minta Hatta Rajasa Dampingi Sri Mulyani

DPR Ngotot Minta Hatta Rajasa Dampingi Sri Mulyani

- detikFinance
Senin, 12 Apr 2010 15:53 WIB
DPR Ngotot Minta Hatta Rajasa Dampingi Sri Mulyani
Jakarta - Komisi XI DPR RI memutuskan untuk menunda pembahasan RAPBN-Perubahan 2010 (RAPBN-P) karena adanya surat Presiden SBY bernomor R-21/Pres/03/2010 yang menugaskan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai pengganti Menkeu Sri Mulyani.

Rapat akan kembali dilakukan pada Selasa (13/4/2010) dengan menghadirkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Selama ini, rapat pembahasan APBN dan APBNP tidak pernah menghadirkan Menko Perekonomian, hanya Menkeu dan jajaran terkait.

Namun polemik dalam pembahasan RAPBN-P 2010 ini muncul setelah rapat paripurna DPR beberapa waktu lalu menyatakan bailout Bank Century bermasalah, dan Menkeu Sri Mulyani dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab. DPR pun mewacanakan pemboikotan Sri Mulyani untuk hadir dalam rapat-rapat di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Jumat (9/4/2010) lalu, wacana boikot sempat muncul, namun akhirnya rapat diteruskan setelah diwarnai boikot 3 anggota DPR. Dan dalam rapat Senin (12/4/2010) ini, wacana boikot ini muncul, apalagi dengan adanya surat dari presiden SBY tersebut. Anggota DPR pun berdebat seputar kehadiran Sri Mulyani dalam rapat tersebut.

Namun akhirnya, Ketua Komisi XI DPR RI memutuskan untuk menghentikan pembahasan rapat pembahasan RAPBN-P 2010 dan akan melanjutkannya pada Selasa besok. Meski sudah diputuskan, namun nyatanya sebagian anggota DPR masih saja melayangkan protesnya.

"Surat dari presiden harus kita hormati. Presiden dengan surat ini melakukan satu tindakan yang bijaksana karena memikirkan kemungkinan-kemungkinan jika seandainya terjadi hal-hal yang diinginkan di DPR untuk sementara waktu tidak bisa menerima kehadiran Menkeu Sri Mulyani," ujar Edison Betaubun, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar dalam rapat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Ia menegaskan, sebenarnya tidak ada keinginan DPR untuk menolak pemerintah membahas RAPBN-P 2010. Menurut Edison, pihaknya hanya menolak kehadiran Sri Mulyani secara pribadi karena terkait kasus Bank Century.

Sementara anggota DPR dari Partai Demokrat, Andi Rahmat menyatakan, sebaiknya pembahasan asumsi RAPBN-P 2010 tetap dilanjutkan pada hari ini dan baru besok dilanjutkan dengan Menko Perekonomian.

"Sekarang tetap dilaksanakan pembahasan asumsinya oleh Menkeu, besok Menko. Hari ketiga, keduanya kita undang karena pembahasan APBN ini dijadwalkan 12-14 April," imbuhnya.

Namun Emir Moeis tetap memutuskan rapat pembahasan RAPBN-P 2010 ditunda untuk mengundang Menko Perekonomian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang substansial.

Menanggapi penolakan DPR ini, Sri Mulyani langsung menghindar dan mengacuhkan wartawan yang mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Sri Mulyani yang mengenakan terusan batik itu langsung bergegas menuju mobilnya. (nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads