"Malah yang tadinya produksi di sini sudah impor lagi dari China. Mereka masuknya 2005 dan sudah mulai produksi, sekarang mereka nggak tahu pertimbangannya apa mereka menghentikan produksi," kata Direktur Industri Telematika Kementerian Perindustrian Ramon Bangun saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Selasa (13/4/2010).
Ramon menjelaskan sebelumnya Nexian telah mampu menjual 1 juta unit HP per tahun. Ia tidak mengetahui persis mulai kapan Nexian kembali mengimpor, namun ia memastikan sejak 2009 Nexian sudah impor seluruh HP CDMA dan GSM untuk segmen low end product yang diimpor dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi enakan impor karena nggak perlu investasi besar untuk mesin, nggak perlu deal dengan buruh, nggak perlu lahan, nggak banyak modal tertahan untuk investasi tapi keuntungannya sama saja. Sementara kalau dagang hanya modal kerja saja yang mereka butuhkan," jelas Ramon.
Menurutnya berdasarkan data surveyor tahun 2009 lalu sekitar 24,9 juta unit HP yang dimpor. Bahkan kata dia dengan tata niaga HP saat ini sepertinya akan sulit mengundang investasi HP di Indonesia termasuk mengundang merek-merek dunia seperti Nokia.
"Sekarang banyak HP di sini itu liar yg tidak diakui oleh pabrikan. Jadi itukan kalau ada harusnya setiap HP punyai IMEI," ucapnya.
Dikatakannya pemain besar seperti Samsung, LG, Nokia tidak berani masuk berinvestasi ke Indonesia karena tak kuasa bersaing dengan HP-HP ilegal dan segmen HP low end dari China.
"Kalau kita melihat aturan importasi HP ini perlu di tata ulang, karena sekarang itu jauh lebih nyaman impor dan semua orang boleh impor. Bea masuk sudah nol tapi aturan juga terlalu longgar," katanya.
(hen/dnl)











































