Β
Hal ini disampaikan oleh Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna dalam acara Infrastructure Asia 2010, di JExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/4/2010)
Β
"Target dari acara ini kita mau umumkan kepada dunia bahwa kita siap dengan PPP (public private partnerships). Kedua (PPP) sudah menjadi perhatian dari Presiden,Β Wakil Presiden, semua stakeholder. Ketiga, menawarkan proyek-proyek, sementara targetnya US$ 5 miliar untuk tahun ini saja," jelas Dedy.
Β
Ia menjelaskan 4 proyek itu mencakup proyek pembangunan jalur rel kereta api untuk batubara di Kalmantan Tengah senilai US$ 1 miliar. Proyek power plant di Jawa Tengah senilai US$ 3 miliar, proyek pembangkit listrik olahan sampah di Jawa Barat senilai US$ 240 juta dan proyek water supply air bersih di Umbulan Jawa Timur US$ 1 miliar.
Β
Sementara itu Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan untuk menghadapi persaingan global, kebutuhan infrastruktur tidak dielakan lagi. Indonesia bertekad akan fokus meningkatkan pelayanan dan kualitas infrastruktur.
Β
"Berdasarkan survey kondisi infrastruktur kita menjadi permsalahan dari sisi pelaku bisnis," katanya.
Β
Untuk itu kata dia agenda percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas nasional. Ia menjelaskan dana yang dibutuhkan selama 5 tahun ke depan untuk pengembangan infrastruktur mencapai Rp 1.400 triliun lebih.
Β
"Upaya melalui kerjasama pemerintah dengan swasta, kita sudah memperbaiki skim ini dari sisi sumber daya manusia dan regulasi. Telah direvisi perpres No.13 tahun 2010, pemerintah mengupayakan iklim investasi yang kondusif bisa tercipta. Pemerintah siap menawarkan dalam skema PPP," jelasnya.
(hen/dnl)











































