Demikian disampaikan oleh General Manager TPK Koja Doso Agung kepada detikFinance, Rabu (14/4/2010).
"Kerugian ini masih perkiraan, akibat terhambatnya operasional pelabuhan karena kerusuhan tersebut," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu pelayanan barang impor untuk didistribusikan keluar pelabuhan juga terhambat, karena para petugas lapangan tidak berada di tempat. Pelayanan sempat dilakukan sampai pukul 16.30 Wib, namun hanya untuk sesaat.
"Jalur masuk truk ke TPK Koja dialihkan melalui dermaga utara JICT dan keluar melalui gerbang 13 untuk memudahkan melakukan pengawasan kepabeanan," katanya.
Selain itu, kerusuhan yang terjadi di Pelabuhan Koja berbuntut kepada penjarahan salah satu kantor (side office) Terminal Peti Kemas Koja. Barang-barang di dalam kantor tersebut habis dijarah massa.
"Akibat kerusuhan tersebut terjadi penjarahan di side office kita di Koja, tapi main office masih aman. Jadi semua kabinet dan TV yang ada di sana dijarah. Kita tidak bisa menghadang karena itu aksi masyarakat," ujarnya.
(dnl/dnl)










































