GM membayar dana talangan dari pemerintah AS dan Kanada, setahun setelah Presiden Barack Obama menghadapi tekanan politik untuk menyelamatkan GM atau membiarkannya kolaps dan membawa konsekuensi ekonomi dan politik.
"Kemampuan GM untuk membayar kembali utang sebelum jatuh tempo adalah tanda-tanda bahwa rencana kami berjalan dan kami berada pada jalur yang benar," ujar CEO GM, Ed Whitacre, seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner menyambut baik pembayaran dana talangan ini sebagai tanda-tanda yang positif dan tenaga kerja yang tak terhitung jumlahnya bisa diselamatkan.
Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper juga mengatakan pemerintahnya telah membuat keputusan yang benar.
"Tidak hanya GM yang membayar lebih cepat, namun perubahan baru juga diciptakan di pabrik otomotif Kanada," ujarnya.
General Motors mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada 1 Juni 2009 lalu, setelah dirundung kerugian dan terbelit utang yang besar. Dengan meminta perlindungan kebangkrutan, GM memungkinkan untuk melakukan restrukturisasi dan membentuk sebuah perusahaan baru yang lebih efisien.
Pemerintah AS tercatat memberikan dana talangan US$ 50 miliar dan selanjutnya dikonversi menjadi 60,8% saham di perusahaan baru tersebut, ditambah saham biasa senilai US$ 2,1 miliar. Sementara pemerintah Kanada dan lembaha asuransi kesehatan juga memegang sisa saham yang cukup signifikan.
Ketika mendaftarkan kebangkrutan, GM tercatat rugi hingga US$ 4,3 miliar per 7 April 2009. Namun GM yakin bisa meraup laba lagi pada tahun 2010.
Semenjak kebangkrutannya, GM baru ini juga berhasil meningkatkan penjualan sekaligus memiliki neraca keuangan yang sehat dan bersif plus struktur biaya yang kompetitif. Kesuksesan ini telah membuat GM bisa menginvestasikan US$ 1,5 miliar di 20 pabrik di AS dan Kanada yang telah menciptakan 7.500 tenaga kerja.
(qom/qom)











































