Menkeu Baru Tak Cukup Pintar dan Baik, Tapi Juga Berani

Sri Mulyani Jadi Direktur Bank Dunia

Menkeu Baru Tak Cukup Pintar dan Baik, Tapi Juga Berani

- detikFinance
Rabu, 05 Mei 2010 13:54 WIB
Menkeu Baru Tak Cukup Pintar dan Baik, Tapi Juga Berani
Jakarta - Bila akhirnya Sri Mulyani mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, maka Presiden SBY harus menunjuk menteri keuangan yang baru. Siapa pun orangnya, harus memiliki kualifikasi melanjutkan reformasi birokrasi.

"Jadi tidak cukup hanya pintar dan baik, tapi juga kuat, tegas dan berani," kata ekonom Didik J Rachbini kepada detikcom, Rabu (5/5/2010).

Keberanian, bagi pria kelahiran Pamekasan ini, adalah kualifikasi wajib bagi menkeu baru untuk bisa melanjutkan progam reformasi birokrasi yang sudah berjalan. Sebab banyak sekali gebrakan yang sudah dijalankan namun tapi sayang sekali momentum mencegah penyimpangan uang negara tersebut tidak berlanjut.

"Reformasi di Bea dan Cukai itu dulu luar biasa, tapi sekarang ya mampet dan mbulet (berbelit-belit-red) lagi, urusan eksport impor di pelabuhan," sebut Didik tentang salah satu contoh kasus.

Menurut akademisi ini, tidak berlanjutnya momentum gebrakan reformasi lebih dikarenakan sistem birokrasi Indonesia selama 50 tahun terakhir yang sudah sedemikian rusak. Bukan rahasia ada banyak menteri yang jadi korban akal-akalan para birokrat yang menjadi bawahannya.

"Karenanya perlu menteri yang tegas dan kuat," jelas Didik.

Bila kualifikasinya sedemikian tinggi, apakah Presiden SBY akan kesulitan mencari pengganti Sri Mulyani yang mungkin lebih memilih tawaran Bank Dunia untuk menjadi Menaging Director per 1 Juni 2010 nanti?

"Saya pikir tidak. Di sekitar Sri Mulyani ada Anggito Abimanyu, Darmin Nasution dan beberapa lainnya," jawab Didik.

(lh/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads