"Kami ingin menginvestasikan dana di kedua kilang itu dan berharap bisa mendapatkan saham di sana," kata Chairman NOC Shukri Muhammed Ghanem usai bertemu Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/5/2010)
Selain menginvestasikan dana dan menjadi pemilik saham di kilang terserbut, Ghanem juga mengutarakan niatnya untuk menjadi pemasok minyak mentah ke dua kilang yang akan dibangun dengan masing-masing kapasitas sebesar 300.000 barel per hari tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri ESDM Darwin Saleh menyambut baik rencana NOC Libia tersebut. Menurut dia, saat ini Indonesia memang membutuhkan investasi untuk membangun kilang baru sehingga impor BBM di tanah air bisa di tekan.
"Saat ini impor BBM kita kan masih besar sehingga kami membutuhkan dukungan investasi untuk membangun kilang-kilang baru di tanah air," kata dia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo menambahkan, saat ini Indonesia membutuhkan dua kilang tambahan dengan kapasitas masing-masing sebesar 300.000 bph untuk memperkuat pasokan BBM di dalam negeri.
"Jadi kami tidak hanya butuh pasokan minyak mentah saja, tapi juga investasi di Indonesia," kata dia.
(epi/qom)











































