Kertas Kraft Aceh Rumahkan 685 Karyawan

Kertas Kraft Aceh Rumahkan 685 Karyawan

- detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2010 09:48 WIB
Kertas Kraft Aceh Rumahkan 685 Karyawan
Jakarta - PT Kraft Kertas Aceh (PT KKA) telah merumahkan sebagian besar karyawannya. Dari 800 orang karyawannya, kini hanya tersisa 115 karyawan yang bertugas menjaga kondisi pabrik agar tidak rusak.

"Sebagian besar yang sudah dirumahkan itu, bisa panggil kembali kalau pabrik ini sudah kembali operasi," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Mustafa menjelaskan, saat ini Kementerian BUMN masih menunggu hasil kajian yang tengah dilakukan oleh PT. Danareksa (Persero). Kajian inilah yang akan menentukan kelanjutan nasib dari pabrik kertas yang berlokasi di Desa Jamuan, Aceh Utara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil uji kelayakan dari Danareksa ini, lanjut Mustafa,  juga akan menjadi rujukan dari  PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), apakah akan menambah suntikan dana ke PT KKA atau tidak. Pasalnya, hingga kini PT PPA tidak berani menambah modal jika belum ada hasil kajian dari Danareksa. Hasil kajian mengenai kelayakan pabrik ini diharapkan bisa keluar bulan Juni.

"Itu tergantung dari hasil kajian Danareksa. Nanti akan ketahuan lanjut atau tidak. Kalau sudah diputuskan lanjut berapa dana tambahan yang dibutuhkan, Tapi Kalau memang tidak feasible (layak), mau tidak mau kami lakukan likuidasi," ujar dia.

Jika hasil kajian Danareksa memutuskan proyek ini dilanjutkan, maka pemerintahpun telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menyelamatkan PT KKA.

Di sisi hulu, Kementerian BUMN telah memperoleh komitmen jaminan pasokan bahan baku kertas untuk pabrik PT KKA dari berbagai pihak. Sementara untuk sisi hilir, pemerintah sudah menggandeng PT. Semen Gresik (Persero) Tbk untuk membeli kertas yang dihasilkan pabrik tersebut.

"Selain menjadi pembeli, Semen Gresik juga berpeluang menjadi investor. Tapi ini semua tetap tergantung hasil studi kelayakan dari Danareksa," tegasnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads