Tujuh tugas untuk 2 pejabat baru itu disampaikan Presiden dalam pidatonya usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/5/2010)
1. Menyusun kebijakan fiskal yang prudent dan tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Meningkatkan pendapatan dalam negeri baik dari pajak atau non pajak dengan cara mengeluarkan kebijakan dan instrumen yang tepat dan pengawasan yang efektif agar di masa depan penerimaan negara makin besar.
3. Meneruskan reformasi perpajakan, meningkatkan kinerja lembaga pajak, meningkatkan perolehan subsektor perpajakan dan mencegah penyimpangan yang bisa terjadi.
4. Meneruskan reformasi bea cukai agar penerimaan dan iklim bisnis berlangsung baik
5. Mengembangkan kebijakan desentralisasi fiskal yang lebih luas.
"Kita harus mengalirkan anggaran yang lebih besar ke daerah sesuai otonomi daerah dan sistem yang desentralistik dengan catatan bangun kapasitas daerah untuk bisa menggunkan anggaran yang besar itu disertai pengawasin dan pembimbingan yang tepat," jelas SBY.
6. Meningkatkan kualitas pertanggungjawaban keuangan negara, tidak hanya di pusat tapi juga diseluruh daerah.
"Setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan, lakukan sinergi yang baik dengan BPK dan BPKP," imbuh presiden.
7. Dalam rangka kerjasama global, teurs memainkan peranan yang aktif sebagaimana dilakukan Indonesia, dan menteri keuangan sebelumnya baik di forum G20, APEC, ASEAN, kerjasama dengan Bank Dunia, ADB, dan IDB.
"Tugas yang tidak ringan dan sangat penting tapi saya yakin dengan tanggung jawab, semangat semua itu bisa dilaksanakan dengan baik. Kalau ada masalah, laporkan kepada Presidan dan atau Wapres untuk bersama-sama kita carikan jalan keluarnya," pesan Presiden. (qom/dnl)










































