Mesin lain milik rekanan PLN yang disewa juga telah disita bank karena menjadi jaminan utang. Akibat defisit itu, PLN melakukan pemadaman bergilir siang dan malam di semua titik tiap hari.
"Kami meminta maaf pada pelanggan, karena pelayanan kami sangat parah. Mau tidak mau, langkah kami adalah menyewa mesin pembangkit dari swasta sebesar 40 MW. Kalau tidak, maka pemadaman akan meluas," kata Ahmad Zudjad, Manager SDM dan Komunikasi PLN Wilayah NTB di Mataram, Rabu (26/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di beberapa titik di Lombok, tiap hari listrik bisa padam mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore. Sementara pemadaman malam hari diperkirakan sedikitnya telah menyasar 40.000 pelanggan. Listrik mulai padam selepas magrib dan menyala pukul 23.30 wita, kadang lebih.
Zudjad mengatakan, pembangkit yang rusak mencapai 20 MW. Sementara mesin pembangkit sewa milik perusahaan swasta atau Independent Power Producer dengan kapasitas 20 MW telah disita PT Buana Finance pertengahan Mei ini, terkait tunggakan utang.
PLN kini tengah mengupayakan agar mesin yang disita itu dapat dioperasikan. Namun pihaknya kata Zudjad belum bisa menjanjikan itu berhasil atau tidak. Yang pasti kata dia, PLN memilih opsi menyewa mesin pembangkit yang baru.
"Instalasi mesin sewa itu kini sedang dikerjakan. Kami menjadwalkan, 30 Juni, pemadaman bergilir sudah tidak ada lagi. Ini sudah menjadi target secara nasional. Dan kami sedang berupaya menuntaskan itu," kata Zudjad.
Daftar tunggu itu baru bisa dilayani, jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 X 25 MW di Jeranjang telah beroperasi, Oktober tahun ini.
Ia menegaskan, tahun ini, target PLN adalah tidak adanya pemadaman bergilir untuk pelanggan yang sudah ada di Lombok. Akibat defisit daya itu, PLN memutuskan, tak akan pemasangan baru meski daftar tunggu kini sudah lebih dari 150.000 pelanggan.
Wakil Gubernur NTB, Badrul Munir sebelumnya mengatakan, PLN berencana menyewa mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 20 Megawatt untuk mengatasi krisis listrik di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
(qom/qom)
