"Untuk ASDP agar menjaga kekompakan dan keharmonisan, karena sebelumnya sempat terjadi perpecahan. Direksi sekarang harus netral dan menumbuhkan kembali kepercayaan karyawannya," jelasnya di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/5/2010).
Mustafa mengatakan, potensi ASDP dari segi bisnis sangat besar, karena perusahaan pelat merah ini menjadi satu-satunya pengelola angkutan penyeberangan di Indonesia sekaligus mengelola pelabuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama ASDP Bambang Bhakti yang baru saja dilantik mengatakan dirinya siap untuk menerapkan pengalamannya di Pelabuhan untuk membereskan masalah yang ada di ASDP. "Saya ingin dengan pengalaman di pelabuhan saya jadi teman dan Bapak bagi sahabat saya di ASDP," tegasnya.
Dikatakan Bambang, prioritas nomor satu ASDP adalah menyelesaikan program e-Ticketing dalam 3 sampai 9 bulan ini. "Itu kami lakukan untuk kepentingan pelanggan dan menjelang lebaran itu harus siap semuanya," tukasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak tanggal 2 Maret 2010, manajemen perusahaan pelat merah itu diurus oleh Dewan Komisaris. Langkah itu diambil karena Bambang Soerjanto dan I Made Widyantara yang masing-masing adalah Direksi ASDP telah diberhentikan sementara oleh Dewan Komisaris tanggal 2 Maret 2010.
Sementara anggota-anggota Direksi lainnya yakni Aloysius Pambudi Husodo, Bonar Manurung, Johan Iskandar, dan Syafrul Ultra Amiruddin telah disetujui pengunduran dirinya masing-masing sebagai anggota Direksi terhitung pada tanggal yang sama.
Mundurnya jajaran direksi ASDP ini dikarenakan adanya kisruh di dalam kepengurusan manajemen ASDP. Jajaran Komisaris meminta seluruh jajaran direksi mengundurkan diri karena dianggap kinerjanya tidak bagus.
(dnl/qom)











































