RI Re-ekspor 2.156 Sapi Impor Ilegal Asal Australia

RI Re-ekspor 2.156 Sapi Impor Ilegal Asal Australia

- detikFinance
Rabu, 02 Jun 2010 12:57 WIB
Jakarta - Akhirnya Kementerian Pertanian memutuskan untuk melakukan reekspor (ekspor kembali) terhadap 2156 ekor sapi  hidup asal Australia  karena terbukti ilegal.

"Kementerian Pertanian  memerintahkan kepada importer sapi potong yang telah melakukan pelanggaran dokumen surat persetujuan pemasukan (SPP) untuk segera melaksanakan re-ekspor," kata Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Tjeppy D. Soedjana dalam jumpa pers di kantornya Jalan Ragunan, Jakarta, Rabu (2/6/2010).

Tjeppy menjelaskan keputusan itu berdasarkan hasil audit investigasi pihaknya terhadap pelanggaran SPP. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No.7 tahun 2008. Ia telah mengeluarkan surat No.01011/KL.430/F/06/2010 tanggal 1 Juni 2010 yang melarang sapi impor karena pelanggaran SPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepada para importer asosiasi dan pelaku usaha ditegaskan bahwa terhadap pelanggaran pemasukan sapi potong, daging/karkas dan jeroan ke depan akan ditindak tegas dan akan diberikan sanksi rekomendasi pencabutan izin usaha serta akan dikenakan sanksi,” tegas Tjeppy.

Menurut Tjeppy terhadap langkah ini, pihak pemerintah akan tetap menjaga keseimbangan permintaan penawaran daging sapi di dalam negeri termasuk kemungkinan adanya indikasi harga sapi lokal dengan menghitung kembali secara teliti ketersedian sapi lokal dan kebutuhan impor dalam bentuk sapi hidup maupun daging atau karkas, dan jeroan.

Seperti diketahui pada tanggal 22 Mei 2010 pihak Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok telah menahan sebanyak 2156 ekor sapi impor asal Australia termasuk 1 ekor yang sudah mati dan 2 ekor dalam kondisi lemah.

Importir yang melakukan impor sapi itu adalah PT SP, yang ternyata hanya memiliki SPP hanya berlaku sampai tanggal 30 April 2010, sedangkan hingga bulan Mei 2010 PT SP masih melakukan aktivitas impor sapi dari Australia.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads