Demikian disampaikanΒ Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2010).
"Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor di tanah air," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BPH Migas memperkirakan konsumsi BBM di tanah air pada tahun 2010 akan membengkak sebesar 40,1 juta KL, sementara kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2010 yaitu 36,5 juta KL.
Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi pemium pada tahun ini akan meningkat sekitar 9,34% menjadi 23,3 juta KL dari realisasi penyaluran BBM pada tahun 2009 sebesar 21.218.838 KL.
Sedangkan konsumsi solar akan naik sebesar 8,22% dari 12.104.723 KL pada tahun 2009 menjadi 13,1 juta KL pada tahun ini.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah akan turun 17,28% dari realisasi konsumsiΒ minyak tanah pada tahun 2009 sebesar 4.593.579 KL menjadi 3,8 juta KL di tahun ini.
Untuk konsumsi tersebut, maka pemerintah berencana untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi. Mekanisme pembatasan tersebut hingga kini masih terus digodok.
(epi/dnl)











































