"Sekarang kita lagi diskusi pembangunan power plant purchase agreement dengan KS. September nanti ditandatangannya," kata Direktur Utama PP Mushanif usai penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) di Gedung BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (8/6/2010).
Ia mengatakan, perusahaan pelat merah itu bakal mencari pinjaman perbankan sebanyak Rp 2,8 triliun untuk proyek tersebut. Sementara sisanya bakal dipenuhi dari dana internal perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, perseroan menargetkan menggarap proyek sebanyak Rp 16,2 triliun, sebanyak Rp 9,5 triliun merupakan kontrak carry over tahun lalu. Jadi, tahun ini diharapkan ada Rp 6,7 triliun kontrak baru.
Ia mengatakan, perseroan menargetkan pendapatan tahun 2010 bisa mencapai Rp 6,8 triliun, sebanyak Rp 560 miliar diantaranya merupakan penyelesaian pekerjaan dari proyek tahun 2009.
Sementara untuk setoran dividen, perusahaan negara itu berniat untuk mengurangi porsi setorannya menjadi hanya sebanyak 20 persen dari laba bersih tahun 2009. Pasalnya, PTPP butuh dana untuk berinvestasi tahun ini.
"Usulan deviden 20 persen dari laba bersih. Tadinya 30 persen tahun lalu. Turun karena kita mau invest," ungkapnya.
Sebelumnya, perseroan mencatat laba bersih pada tahun 2009 sebesar Rp 163 miliar. Capaian ini meningkat 33,61% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 122 miliar.
(ang/qom)











































