Menurut Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, Ferederick ST Siahaan, sepanjang Triwulan I-2010, BUMN Migas tersebut telah mengantongi pendapatan dari penjualan elpiji 3 kg sebesar Rp 5,926 triliun.
Namun jika dikurangi dengan biaya pengadaan senilai Rp 5,173 triliun dan biaya operasi sebesar Rp 385 miliar maka laba Pertamina sebelum pajak sebesar Rp 386 miliar hingga triwulan I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika dikurangi dengan biaya pengadaan sebesar Rp 46,134 triliun dan biaya operasi sebesar Rp 1,126 triliun maka BUMN migas itu mengklaim mencatat rugi sebelum pajak hingga Rp 554 miliar.
"Hingga triwulan I-2010, untuk BBM PSO rugi sebelum pajak Rp 554 miliar, namun elpiji PSO laba sebelum pajak mencapai Rp 386 miliar," ujar Ferederick dalam rapat kerja dengan komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2010).
(epi/qom)










































