"Iya, CNPC sudahΒ resmi mundur. Saya sudah terima suratnya," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Sayangnya Karen enggan menyebutkan alasan mundurnya perusahaan asal China tersebut. "Mungkin mereka lihat portofolionya juga," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah ada hasilnya,"ungkapnya.
Seperti diketahui, pemerintah menunjuk untuk Pertamina sebagai operator Blok Natuna D Alpha. Pertamina sampai saat ini belum menentukan partner untuk pengembangan blok tersebut karena masih menunggu term and condition dari pemerintah.
Delapan calon partner tersebut yaitu Exxon Mobil Corp, Total SA, Chevron Corp, Royal Dutch Shell, China National Petroleum Corp, Petronas, dan Eni Spa, serta StatOil.
Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas yang sangat besar yaitu 46 triliun kaki kubik, tapi 70 persen cadangan gas itu mengandung CO2. Kandungan CO2 yang tinggi itu membuat pengolahannya memerlukan teknologi yang ekstra.
(epi/dnl)











































