Indonesia masih membutuhkan 2 (dua) notch lagi menuju investment grade dari Moody’s.
Demikian siaran pers yang disampaikan oleh Bank Indonesia (BI), Senin (21/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moody’s mengatakan, outlook positif pada umumnya mencerminkan penguatan ekonomi Indonesia untuk terus tumbuh berkelanjutan diimbangi dengan efektivitas kebijakan fiskal dan stabilitas kebijakan moneter, serta ekspektasi terhadap perbaikan keuangan pemerintah dan posisi utang..
Deputi Gubernur BI Hartad A. Sarwono mengatakan, perbaikan outlook ini menunjukkan fundamental makroekonomi Indonesia terjaga, rasio utang pemerintah yang terus menurun."Serta dukungan kebijakan fiskal yang berhati-hati dan kelancaran reformasi struktural, merupakan momentum positif yang diharapkan dapat terus terjaga dalam upaya pencapaian target investment grade," ujar Hartadi.
Sementara itu, Sovereign analyst utama Moody’s untuk Indonesia, Aninda Mitra dan Thomas J. Byrne mengatakan kunci dari pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah besarnya pasar domestik yang dikelola secara tepat dalam kerangka kebijakan ekonomi dan telah teruji dengan baik.
Beberapa gangguan eksternal terkini seperti ketidakstabilan di beberapa pasar utang Eropa tidak berimplikasi serius terhadap fundamental kredit di Indonesia, dan tetap pada tren yang membaik.
Moody's terakhir kali memberikan rating action terhadap Indonesia pada 16 September 2009, ketika sovereign rating ditingkatkan menjadi Ba2 dengan outlook stabil. Dengan perbaikan outlook oleh Moody’s ini, posisi sovereign credit rating Indonesia saat ini adalah Ba2/Positive.
(dnl/qom)










































