Meski belum bisa terbang langsung ke Amerika, PT Garuda Indonesia tetap berniat melayani penerbangan ke Negeri Paman Sam tersebut. Perseroan akan melakukan kerjasama seat swap dengan Delta Airlines dan China Airlines.
Menurut Direktur Niaga Garuda Indonesia Agus Priyanto Garuda sudah bisa melayani penerbangan ke Amerika sebelum tahun 2010 berakhir.
"Sebelum akhir tahun ini kita akan kerjasama dengan dua maskapai tersebut," katanya di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga sebaliknya, jika ada penumpang China Airlines atau Delta Airlines hendak terbang ke Indonesia melalui Taipei atau Tokyo maka BUMN aviasi itu harus menyediakan tempat duduk untuk mengangkut penumpang itu.
Agus menambahkan, saat ini Garuda sudah tiga rute ke Jepang yang dilayani sebanyak 5 kali dalam seminggu. Ketiga rute tersebut antara lain Denpasar-Tokyo, Jakarta-Osaka, dan Jakarta-Tokyo.
Rencananya, perseroan akan membuka rute penerbangan ke Taipei, Taiwan, pada bulan Oktober mendatang. Armada yang digunakan adalah Boeing 737-800 dan penerbangan dilayani setiap hari dalam seminggu.
Isi Kekosongan JAL
PT Garuda Indonesia berencana mengisi kekosongan rute ke Bandara Narita Tokyo, Jepang, yang akan ditinggalkan oleh Japan Airlines Corporation (JAL). Garuda akan punya hak terbang sebanyak 14 kali per minggu melalui ke bandara di negeri sakura tersebut.
"Penerbangan Garuda ke Jepang itu dalam rangka optimalisasi mengisi kekosongan rute punya JAL," ujar Agus.
Ia menambahkan, selama ini Garuda melayani penerbangan ke Jepang 7 kali dalam seminggu. Dengan mengisi kekosongan tersebut, maka BUMN aviasi itu bisa mengantongi hak terbang 14 kali dalam seminggu.
Mulai 1 Oktober 2010 nanti, perusahaan penerbangan asal Jepang itu akan menutup penerbangan langsungnya ke Bali juga mengurangi penerbangan ke Jakarta. Maka dari itu, Garuda sebagai satu-satunya maskapai dalam negeri yang melayani rute ke Jepang akan memanfaatkan momen tersebut.
Saat ini, perseroan sedang menunggu konfimasi dari otoritas Jepang terkait hal tersebut. Jika izin sudah dikantongi, rencananya perseroan akan mulai mengisi kekosongan rute tersebut pada November 2010.
(ang/qom)











































