Hal itu disampaikan Sekretaris I Pensosbud Konsulat Jenderal RI di Dubai Yana Rudiyana kepada detikFinance, Selasa (22/6/2010).
"Sheikh Al Maktoum juga sangat terkesan dengan barang-barang produksi Indonesia yang telah banyak masuk ke wilayahnya, termasuk wilayah utara keemiran lainnya," ujar Yana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al-Maktoum, yang juga merangkap Menteri Keuangan Keemiran Dubai, menyampaikan semua itu seusai menerima Surat Tauliyah dari Konsul Jenderal RI baru Mansyur Pangeran dalam sebuah seremoni sederhana di Istana Zaabel Dubai.
Lebih jauh Al-Maktoum juga menaruh perhatian pada sumber daya, pendapatan utama dan potensi yang dimiliki Indonesia.
Konjen Mansyur Pangeran pada kesempatan itu menyampaikan salam hangat dari Presiden RI dan Menlu RI, serta menjelaskan bahwa selain minyak dan gas, Indonesia juga mempunyai berbagai produk teknologi, termasuk teknologi dirgantara.
Menurut Mansyur, dari sumber kelautan, perkebunan, pertambangan dan industri Indonesia juga menghasilkan ikan tuna, udang, karet, kayu, kelapa sawit, rotan, cacao, teh, kopi, rempah-rampah, batubara, emas, biji besi, alumunium, timah, garmen, pangan, alat-alat kecantikan, kertas, ban, furnitur, dan alas kaki.
"Selain itu masih banyak sektor lain yang menarik untuk investasi, di antaranya sektor pariwisata dan potensi geotermal yang merupakan salah satu terbesar di dunia," terang Mansyur.
Pada seremoni penyerahan Surat Tauliyah itu Sheikh Hamdan Bin Rashid Al-Maktoum menyatakan menyambut baik kedatangan Konjen RI baru di Dubai dan berharap Konjen baru akan dapat meningkatkan hubungan ekonomi, investasi dan perdagangan bilateral Indonesia-Dubai.
Al-Maktoum juga menegaskan pihaknya siap memberikan bantuan dalam upaya memperlancar tugas-tugas Konjen RI baru, khususnya dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.
(es/es)











































