"Terbesar adalah sawit, ada juga tanaman budidaya lainnya. Terbesar masyarakat tapi di belakangnya ada toke-toke juga," kata Zulkifli saat ditemui di kantornya, Senayan, Kamis (24/6/2010).
Ia menambahkan kasus kerusakan hutan karena adanya perambahan hutan lebih banyak karena tak berizin. Meski ia mengakui perusahaan yang memiliki izin pun bisa melakukan pelanggaran perambahan hutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan dari total kasus kerusakan hutan sebanyak 66% justru disebabkan oleh perambahan. Sementara kerusakan hutan karena dikonversi untuk fungsi lain sebesar 22%, untuk penggunaan jalan raya sebesar 16% dan 0,6% karena pertambangan.
(hen/dnl)











































